Langkahkan Pikiran dan Hati
Mohon maaf kepada pengurus Insan BPC peride 2009, saya mengambil tema di atas dengan mengutip tema acara launching sekretariat Insan BPC yang baru (2009), yang selengkapnya adalah ‘Langkahkan Kaki dan Langkahkan Hati’, dan akan saya sajikan dengan ulasan ringkas tentang langkah-langkah yang dilalui sebuah proses pengenalan pada Insan BPC. Secara hubungan, tulisan ini ditujukan kepada para insani baru maupun pascainsani untuk menyatu mereka menata langkah pikiran dan rencana ketika sedang menargetkan kegiatan/program kerja di Insan BPC. Semoga ada manfaatnya!
Kita hendak melakukan pengenalan Organisasi Insan BPC (Baca: Buntet Pesantren), maka wajar dan masuk akal kalau kita memulainya dengan kepastian bahwa pengenalan kita memang tentang organisasi itu. Cara terbaik untuk memastikan hal ini adalah dengan membaca dan melihat sebanyak mungkin kegiatan tentang organisasi ini. Misalnya, dengan mengklik kategori ‘kegiatan’ di blog insanbpcjogja. Saat tulisan ini dibuat, memang baru ada beberapa kegiatan tentang organisasi ini, tetapi mudah-mudahan akan semakin banyak. Jangan pula enggan untuk browsing di Internet dan membaca sebanyak mungkin kegiatan tentang organisasi ini. Kalau Anda baru mulai membaca sekarang, memang agak terlambat, tetapi ungkapan seorang murid pada gurunya lumayan bisa jadi pegangan, “lebih baik terlambat dari pada enggak sama sekali”.
Kegiatan Insan BPC dapat memberi gambaran tentang dua hal penting: APA yang dapat dikenali, dan BAGAIMANA mengenalinya. Secara keren bisa dipakai istilah ontologi (apa) dan epistemologi (bagaimana), tapi kadang lebih enak pakai istilah umum saja, walau nggak keren.
Sebagai sekedar contoh, sepanjang perjalanan Insan BPC yang sudah dilewati bahwa organisasi Insan BPC menyajikan: “Pemanfaatan kesadaran, terutama kesadaran berorganisasi dan silaturahim dalam pengenalan Insan BPC.”
APA di atas perlu lebih dikembangkan. Perhatikan kata ‘Anjangsono’. Apakah yang kita maksud dengan ‘Anjangsono’ di sini? Coba tanyakan pada pengurus Insan BPC, dan kira-kira kita dapat maksud ini:
1. Kegiatan satu tahun sekali atau lebih tepatnya kegiatan yang diagendakan sekali dalam satu periode
2. Menjalin hubungan silaturrahim Insan BPC-Buntet Pesantren Cirebon
3. Menjadi sarana komunikasi alumni-siswa Sekolah-sekolah dibawah naungan YLPI Buntet Pesantren Cirebon
Pengertian nomor 2 dan 3 bisa kita pahami. Anjangsono adalah menyambung silaturrahim, sarana komunikasi, atau situasi yang dapat diterima seorang santri. Jadi, APA yang dapat kita kenali sekarang menjadi lebih jelas, yaitu silaturrahim, sarana komunikasi atau situasi pemanfaatan kesadaran yang menggunakan kegiatan anjangsono.
Cukup ada gambaran, sudah punya INSANI. Terus mencoba untuk mengenali, otak-atik kata-kata yang ada di kalimat tebal di atas. Apa yang akan kita maksud dengan silaturrahim -apa bisa kita pakai kata ‘mengikat’? Apa yang dimaksud sarana komunikasi di kalimat itu? Bagaimana dengan pemanfaatan kesadaran –kesadaraan dari diri sendiri atau karena gerakan orang lain? Dan bagaimana dengan kata yang ‘hebat’ itu, anjangsono – ada apa lagi ini?
Munharis,
Anggota Aktif Insan BPC DIY,
Ketua Umum KPMDB YOgyakarta
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Catatan berikutnya dibawah ini:
- kupas kreatifitas (Jilid 3)
- kenali Sejarah, Pahami Masalah (Jilid 4)
- Masalah Pokok Pengenalan (Jilid 5)
- Jejak (bukan Ejekan) Kaki (Jilid terakhir)



